Saya pribadi, tak menginginkan Sungai Pangkajene dipoles layaknya Clarke Quay
karena polesan yang dimaksud akan menjadi tempat romantis yang
sangat liar karena dipenuhi dengan tempat dugem, bar dan restoran di
kedua sisi sungai. Tentunya hal tersebut akan memakan biaya yang sangat
besar, dan yang lebih penting adalah kenyataan bahwa konsep tata
wisata sungai seperti itu tak cocok bagi kehidupan sosial, budaya dan
pengembangan ekonomi rakyat yang mengambil manfaat dari akses sungai,
termasuk masyarakat Pangkep dari pulau – pulau terdekat. Clarke
Quay sendiri merupakan daerah festival di tepi sungai Singapore yang
menggabungkan kenyaman wisata kuliner, belanja dan hiburan. Di bidang 23.000 meter persegi, juga terdapat lima blok perumahan dan pertokoan dengan arsitektur bangunan bergaya Abad ke-19.
Eksistensi
Sungai Pangkajene (dahulu bernama “Sungai Marana”) tidak bisa
dilepaskan dari perjalanan sejarah dua kerajaan penting yang
pernah jaya dan berkembang di sepanjang pesisir pantai barat jazirah
Sulawesi Selatan, yaitu Siang dan Barasa sebelum posisi stategis
pelabuhannya diambil alih oleh Pelabuhan Sombaopu di sebelah selatannya
di akhir Abad 16. Di masa pemerintahan Hindia Belanda, akses sungai
Pangkajene telah mempersaudarakan Masyarakat Pangkajene daratan dengan
orang – orang pulau terdekat. Dalam konteks ini, terkenal ucapan
“Anjorengpaki sigappa ri Pangkana Je’neka” (Artinya : nanti kita
bertemu di percabangkan sungai) sebagai penamaan dari bentuk hulu
sungai yang bercabang (makassar : appangka’) sekaligus menjadi penanda
penamaan daerah di sekitar sungai : Pangkajene.
Kejatuhan
Kerajaan Barasa kemudian memunculkan satu pemerintahan kekaraengan di
masa Hindia Belanda yang dinamai “Regentschappen Onderafdeeling
Pangkajene”. Kharisma Karaeng Pangkajene dan Bupati di masa awal
terbentuknya Kabupaten Pangkep dalam perjalanan kekuasaannya telah
mewarnai pula pembentukan toko – toko awal yang menutupi pinggir sungai
yang telah dirubuhkan dan sekarang lebih terbuka. Sungai Pangkajene
kini lebih siap “dijual” kecantikannya untuk kepentingan pariwisata
seiring penataannya yang semakin membaik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar